2014-2015

Post terakhir di blog saya ini kurang lebih dua tahun lalu, tentang ulang tahun Lemon yang ketiga, pun telat beberapa bulan (bulan Maret, yang mana ulang tahun Lemon adalah bulan Desember).

Kayanya ini mewakili apa yang terjadi sepanjang tahun 2014 – 2015, sepi blog post, kurang interaksi sosial media (udah gak pernah/jarang sekali nge-twit), kurang pamer (lagian juga apa yang mau dipamerin), lebih banyak main sama teman-teman di sini, ngumpul-ngumpul. Tapi sejujurnya, tahun 2014 – 2015 kami (saya dan Ajeng) belajar banyak banget dari beberapa kejadian dan hal-hal yang kami lakukan dan hal-hal yang kami pilih untuk tidak melakukannya. Kalau disuruh nyebutin satu-satu agak susah sih, tapi kalau inget-inget yang udah lewat, rasanya banyak banget yang udah kami lakuin dan kami lewatin.

Waktu

Tahun 2015 membuat saya berpikir ulang tentang waktu, betapa saya melewatkan banyak hal karena saya tidak meluangkan waktu (alias make time). Ajeng yang sering ngingetin, “Make time, kalau gak nanti kamu nyesel lho”, dan betul sekali, kata-katanya terbukti ketika kami kehilangan salah satu kawan – yang baru-baru ini kami sadari – kami seringkali memikirkan dia, tetapi tidak pernah benar-benar melakukan sesuatu untuknya. Ujar saya “Kita gak sadar ya selama ini, ternyata si anu adalah salah satu orang yang sering kita pikirin” ke Ajeng.

Tapi gimana lagi, kalau dibilang terlambat ya memang terlambat buat kami menyadari. Mungkin ini yang namanya “Learn the hard way“, kami harus menelan pil pahit yang mana cuma kerasa pahitnya aja karena manisnya udah habis dan kami lupa menikmatinya.

Salah satu resolusi tahun 2016 adalah: BANGUN PAGI. Salah satu persiapan untuk Lemon yang akan masuk SD tahun depan adalah bagun pagi. Biasanya kami bangun pukul ~7:45, pas banget untuk siap-siap 10 menit; Lemon mandi, pakai baju, lalu turun ke bawah, naik bis sekolah.

Kalau dipikir lagi, rasanya gak percaya bahwa sebentar lagi Lemon sudah akan masuk SD, lima tahun itu waktu yang cepet banget. Bukan berarti mengecilkan apa-apa yang sudah kami lewati, tapi justru merasa kurang menikmati apa-apa yang sudah kami lewati.

Di sisi lain, kami juga menyadari bahwa orang tua kami sudah semakin tua. Beberapa minggu lalu, orang tua kami datang berkunjung selama kurang lebih seminggu. Kami yang berangkat dari keluarga sederhana ini kadang pengen banget ngajakin orang tua kami untuk merasakan pengalaman yang berbeda dari keseharian mereka. Misal, pengen ngajakin mereka makan sushi, makan Four Fingers, atau pengen ngajakin main nonton laser show di Marina Bay, atau naik perahu di Singapore River, atau jalan-jalan di MacRitchie Reservoir. Tapi akhirnya kami sadar juga bahwa mereka sudah tua, terutama bapak saya yang akan berusia 84 di tahun ini, sudah gak bisa lagi jalan jauh, gak mau lagi nyobain hal-hal baru, nyobain makanan baru, dan surprisingly secara emosi justru lebih labil.

Awalnya kami agak kaget, tapi lama kelamaan kami mengerti, “Oh iya ya, bapak udah gak bisa begitu lagi”. Di sini saya mikir cukup keras, melihat ke belakang, rasanya gak cukup meluangkan waktu buat mereka. Sedikit nyesel karena selama ini dengan segala keterbatasan, kami rasanya kurang memberikan lebih buat mereka.

 

Apresiasi

Tahun 2015, Ajeng menjalani MRI dan akhirnya kami tahu bahwa salah satu disc di tulang punggungnya keluar jalur. Dia harus istirahat total selama dua minggu. Jadi selama dua minggu itu saya kerja dari rumah, Ajeng bed-rest. Selama itu pula saya tahu bagaimana capeknya ngurus rumah (padahal masih jauh di bawah standard-nya Ajeng).

Memang bener sih saya terbiasa dengan kegiatan kantor tiap hari dan kaget karena harus ngurusin rumah, tapi itu cuma salah satu faktor. Tapi seriusan deh, cobain ngurusin rumah sehari aja: bangun pagi, masak air, cuci piring/sendok/gelas, masak nasi, nganterin anak sekolah, masak untuk makan siang, nyuci baju, nyapu rumah, ngepel, ngelapin kaca, jemurin baju, jemput anak sekolah, makan siang sambil nemenin anak makan siang, nidurin anak, baru juga anak tidur lalu bisa ngelempengin pinggang sebentar, liyer-liyer pengen ikutan tidur eh anaknya keburu bangun, akhirnya bangun lalu siap-siap masak buat makan malam, kelar masak sambil nunggu suami pulang, angkatin jemuran, lalu ngelipetin baju/setrika sampai suami pulang, lalu makan malam, di titik ini seluruh dunia rasanya sudah hancur. Nah, si ibu ini melakukan hal-hal kaya gini tadi sepanjang tahun, praktis gak ada cuti. It ain’t easy.

Mungkin kita gak perlu serta-merta harus ngapain, tapi minimal di-acknowledge lah itu usaha seseorang yang masih setia tiap hari ikut menyokong jalannya rumah tangga. Kegiatan ibu-ibu rumah tangga itu banyak, tapi gak kelihatan, karena di alam bawah sadar kita, itu adalah hal yang udah semestinya, sama kaya matahari terbit di timur, pukul 7 langit mestinya sudah terang. Semua orang gak akan peduli ketika matahari terbit tepat waktu, tapi kalau suatu hari matahari gak terbit di waktu yang semestinya, barulah kita manusia akan teriak.

 

 

Choose Your Battle Wisely

Kami kayanya udah ada di masa di mana gak semua hal cukup berharga untuk diberantemin. Bahkan hal-hal yang tadinya cukup berharga pun, kami harus sortir lagi. Semua itu bermuara pada kenyataan bahwa kami punya banyak hal yang harus dikerjain.

Jadi hal-hal yang berpotensi untuk memicu perasaan negatif, merusak ketahanan dan kestabilan emosi (uhuy!), kami berusaha keras untuk menghindarinya. Hehe, seperti banyak hal lain, “easier said than done“, moga-moga tahun 2016 ini bakal lebih baik dari dua tahun belakangan

 

Advertisements

One thought on “2014-2015

  1. *mbrebes mili*

    Mbok Mas Ibnu diajarin caranya mengekspresikan perasaan dlm kata-kata yg lebih variatif. Hamosok kosakatanya sebatas, “Seneng,” “Enak,” dan, “Oke,” tok. Kan pengen juga sesekali dipuji sepuitis alegori matahari, lautan, gunung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s