Soal Berkesenian

Cita-cita saya sebenernya adalah pengen jadi seniman. Itu lho yang rambutnya gondrong awut-awutan (kata istri sih Gondes, Gondrong Ndeso), pakaian sembarangan, kumis dan jenggot gak dicukur. Lalu karena keadaan, saya akhirnya belajar elektronika, ujung-ujungnya malah jadi tukang ketik kode (bukan bermaksud menyederhanakan pekerjaan programmer ya).

Akhirnya saya berhenti, setelah sekian lama selalu aktif menggambar dan menulis sajak. Kembali lagi suka menggambar beberapa tahun lalu, kemudian saya mulai bergaul dengan seniman beneran (ya yang kaya tadi saya bilang itu).

Saya perlihatkan coret-coretan saya kepada si seniman ini, niat awalnya pamer dan minta pendapat, sekaligus mencari tahu, apa sih sebenarnya seni itu? Art, Artist, whatever itu. Pendapat sang seniman bilang begini, kalimat yang sederhana “Gambarmu ora rampung pak”, gambar saya tidak selesai. Ya, tidak selesai, alias ngambang. Saya paham, menggambar itu bukan ajang pamer soal kemampuan teknis, tapi saya kurang paham soal definisi ‘rampung’ alias ‘selesai’ itu.

Usut punya usut, saya kalut, selama ini saya masih mencari ujung dari sebuah karya, mana sih yang dibilang bagus? Mana sih yang dibilang seni? Mana sih yang dibilang bernilai? Mana sih mana anak kambing saya? Jayus? Luweh!

Saya kemudian, istilahnya, mencari jati diri. Tanpa saya sadari saya menggiring diri saya untuk menjadi orang lain. Diawali dengan menonton karya Jason Seiller, James Jean, David Choe, Agus Suwage, Farid Stevy Asta, Hahan, Andy Warhol, Banksy, dan lain-lain, tapi saya tetep tidak mudeng! Saya mencoba menjajal menjadi Jason Seiller, sedikit bisa sih gambar karikatur macam gitu, lalu mencoba jadi James Jean, saya suka mistis-mistisnya, tapi kok masih gak sreg, saya gak bisa jadi dia, lalu mencoba jadi David Choe, gambarnya ‘keras’ dan ‘suram’, saya coba dan saya rasa bisa menirunya, Agus Suwage, Farid Stevy, Hahan, Warhol, Banksy, there I have tried to be them. Sampai yang terakhir Eko Nugroho!

Sumpah, saya semakin merasa tenggelam kehilangan jati diri kesenian saya. (kalimat dibikin sengaja biar berasa muluk-muluk)

Lalu sore ini, kami pergi ke IKEA, cuman mau beli handuk dan nyobain bakso a la Swedia. Lalu sampailah di tempat pigura, yang mana saya pengen membeli satu atau dua. Istri saya bilang ‘beli aja’ tapi dari raut mukanya saya paham ada sesuatu yang mengganjal yang ingin dia sampaikan. Akhirnya kami ngobrol sedikit, dan dia bilang:

“gambarmu itu ngambang, gak bagus” dengan kalimat lain yang lebih ruwet, “Gambarmu itu jelek, gak selesai, dan ga ada jiwanya”. Bingo! sama persis dengan komentar pak seniman di atas tadi. “nanti kalau gambarmu udah bagus, tak beliin pigura yang bagus deh”. Saya bengong dan langsung kebelet berak!

“Iya ya? Kok kamu tahu?”

Intinya dari percakapan itu, saya paham, gambar saya jelek. “Ada beberapa gambarmu yang hampir bagus, yang ini lho, sama yang ini” kata istri saya, “tapi itu juga kaya masih ngambang”.

“Kalau kamu nggambarnya begini terus” sambil nunjuk salah satu gambar “aku jadi tahu itu kamu yang nggambar”. Ah ini dia, identitas, alias identity. Ternyata istri saya paham soal saya yang ingin menjadi David Choe atau Agus Suwage, atau Eko Nugroho! Ya, intinya kami sepakat, bahwa gambar saya jelek, buruk, tidak memiliki jiwa, tidak selesai, yang akhirnya saya paham, tidak bernilai.

Lalu apa? Setelah perbincangan itu, saya merasa relieved! Saya punya kurator pribadi, dan seleranya boleh dibilang sip (sering saya ngeyel gak setuju sama pendapatnya, tapi nanti, setelah beberapa kali kejadian bahwa pendapat saya busuk dan buruk, saya baru sepakat dengannya, tentunya dia sangat gembira dengan tawa kemenangannya). Saya gak perlu jadi Affandi atau Warhol atau Banksy! Saya cuma pengen suatu hari nanti, salah satu gambar bikinan saya ada di Saatchi.

Mbak Kurator, makasih ya! XOXO

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s