Soal Ikhlas

Konon ada seseorang memberi uang pada pengemis sambil memaki-maki. Keluar dari mulutnya segala perkataan mencela “Saya tidak ikhlas ngasih uang buat pemalas seperti kamu, dasar orang miskin, malas, mau enaknya sendiri, cuma bisa meminta-minta”

Dilemparnya uang beberapa rupiah kepada si pengemis lalu dia berpaling. Bahkan si pemberi uang ini tidak mendengarkan ucapan terima kasih dari si pengemis.

Orang bijak berkata, perbuatan si pemberi uang mungkin sekali dikategorikan sebagai bentuk keikhlasan yang murni. Dia memberi uang kepada yang membutuhkan, tidak berharap terima kasih atau pujian, dan mungkin sekali tidak akan mengingat-ingatnya lagi, mungkin juga dia tidak akan menceritakannya kepada kenalan dan kerabatnya.

Dia memberi, lalu sudah begitu saja, tidak peduli. Terlebih ikhlas adalah urusan Tuhan dan manusia pelakunya, bukan urusan si pengemis dan orang lain.

Cerita ini dari, Pak Mige Harimurtisuatu hari di perjalanan pulang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s