Mau pada jadi apa?

Ini ekspresi kegeraman gw sama tingkah mahasiswa dengan aksi mereka. Ini udah bukan demokrasi lagi, tapi _kosong_, ga ada isinya, gak ngerti maksutnya, cuma teriak2 ga ada juntrungannya.

Gw juga pernah jadi mahasiswa, dari pengalaman gw ngeliat temen2 yang dulu pada rajin demo, pada miris semua. Ngakunya alim, rajin ke mesjid, pejuang rakyat, dan segala tetek bengek idealisme yang ga ada ujungnya.

Biasanya, sejarah mahasiswa tukang demo tuh begini:
Pendidikan gak karuan, kuliah pada molor sampe 5 tahun, tugas akhir ga lebih kaya tugas semester 1, dan lulus karena dikasihani sama dosen pembimbing pun dengan nilai yang mengenaskan. Habis itu lulus, kerja seadanya, dan
sampe akhirnya harus hidup sendiri, mampus dah tu, ke mana kabar idealisme yang selama ini dikoar-koarin. Ujungnya jadi tai, kepepet sama kebutuhan hidup.

Kesotoyan itu dipupuk sampe subur, sampe nutupin matanya, sampe buta ga bisa liat kewajiban sebenernya. Kuliah yang bener. Intelektualnya diselipin pantat, bisanya bikin aksi teatrikal yang gak pantes ditonton; bawa kebo
buat demo, bikin poster murahan, bakar foto, tereak2, dan berujung pada terganggunya aktifitas publik.

Ga laki ga perempuan, semua sama. Hidup masih disusuin emaknya, duit masih minta bokapnya, makan numpang di rumah, tapi kelakuan lebih parah dari anjing. Anjing lebih tahu diri, setia sama pemiliknya, nurut diperintah sama yang punya.
Tapi mahasiswa? sama tai kambing juga kalah bermanfaat.

Demo adanya bikin rusuh; busway macet, orang2 pada ketakutan, pedagang asongan pada libur jualan, takut dagangannya ancur. Investor juga pada ketar ketir. Kalo lo mau tahu, gara2 lo pada demo, investor jadi males ke Jakarta, kondisinya ga stabil buat bisnis, ujung2nya kerjaan ga jadi masuk, efeknya omset turun; gara2 omset turun, pegawai2 rendah pada di PHK,
negara ga dapet pajak, gaji terlambat dibayar, dan sampe akhirnya cabang di Jakarta mau ditutup.

Ini kejadian ga cuma di satu perusahaan. Lo bayangin aja berapa orang yang kehilangan kerjaan gara2 perbuatan lo? gimana kalo bokap atau nyokap lo yang kena?

Pada mikir ga si lo?? noh, hasil kerjaan lo, demi rakyat, suara rakyat, gw juga rakyat; kok gw ga pernah merasa diwakili ya? ada juga malah bikin susah. Otak udang lo semua.

Kalo memang intelek, coba mana ada cara intelek buat mengkritik pemerintah? Yang pada teriak2 itu bisa nulis? bisa bikin karya ilmiah? isinya otak udang. Dari semua orang yang gw kenal, komentarnya selalu sama tentang demo: OMONG KOSONG.

Rakyat cuma butuh ketenangan. Yang bikin tenang bukan demo, tapi:
1. Harga murah,
2. Bisnis lancar
3. Kerjaan gampang dicari
4. Bisa bayar cicilan bulanan

Peduli setan lo pada demo. Gak bikin harga murah, gak bikin bisnis lancar, gak bikin kerjaan gampang dicari, gak bisa bayarin cicilan bulanan. Adanya bikin resah.

Coba lo pada pikir lagi; seandainya lo pada kuliah bener; jadi doktor di bidangnya masing2, lo bisa bikin pembangkit listrik alternatif, lo bisa bikin lapangan kerja, lo bisa bikin akselerasi produksi pangan, lo bisa jadi dokter spesialis, lo temuin obat2an yang belum ketemu, itu jauh jauh jauh lebih bermanfaat daripada demo.

Cuma orang2 yang waras, yang ngerti logika macam itu.

Advertisements

2 thoughts on “Mau pada jadi apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s