ketika kamu berlari untuk membukakanku pintu

Aku merasa sangat menyayangimu, melihatmu berlari seperti anak kecil yang terhenti sejenak dari permainan untuk membukakan pintu untuk bapaknya lalu buru-buru kembali ke mainanmu.

Aku merasa seperti bapakmu yang baru pulang kerja, dan cukup bahagia melihatmu bahagia. Lelahku hilang begitu mendengar celotehmu, dan tawamu mengusap keringat dan pikiran yang masih menggantung di benakku.

Terima kasih telah berada di sisiku selama ini. Aku mencintaimu.

Advertisements

3 thoughts on “ketika kamu berlari untuk membukakanku pintu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s