Konon ada seseorang memberi uang pada pengemis sambil memaki-maki. Keluar dari mulutnya segala perkataan mencela “Saya tidak ikhlas ngasih uang buat pemalas seperti kamu, dasar orang miskin, malas, mau enaknya sendiri, cuma bisa meminta-minta”
Dilemparnya uang beberapa rupiah kepada si pengemis lalu dia berpaling. Bahkan si pemberi uang ini tidak mendengarkan ucapan terima kasih dari si pengemis.
Orang bijak berkata, perbuatan si pemberi uang mungkin sekali dikategorikan sebagai bentuk keikhlasan yang murni. Dia memberi uang kepada yang membutuhkan, tidak berharap terima kasih atau pujian, dan mungkin sekali tidak akan mengingat-ingatnya lagi, mungkin juga dia tidak akan menceritakannya kepada kenalan dan kerabatnya.
Dia memberi, lalu sudah begitu saja, tidak peduli. Terlebih ikhlas adalah urusan Tuhan dan manusia pelakunya, bukan urusan si pengemis dan orang lain.
Cerita ini dari, Pak Mige Harimurtisuatu hari di perjalanan pulang.
